Manusia adalah sumberdaya yang paling penting dalam organisasi, karena sumberdaya manusia merupakan unsur utama dalam proses manajemen suatu organisasi atau perusahaan. Dari sumberdaya manusia diharapkan gagasan, pemikiran, karya, kreativitas dan prestasi secara optimal untuk dapat tercapainya tujuan dan sasaran organisasi atau perusahaan. Sumberdaya, manusia yang berkualitas adalah penopang keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Sumberdaya manusia sering juga disebut sebagat personalia (personel), atau tenaga kerja atau pegawai dewasa ini dikenal secara luas dengan istilah sumberdaya manusia (human resources).
Sumberdaya manusia dalam setiap organisasi kerja merupakan tenaga penggerak yang diberikan tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. Setiap organisasi memiliki tujuan yang berbeda-beda dan hal ini diimplementasikan dalam visi dan misi organisasi. Sumberdaya manusia di dalam organisasi senantiasa diperhadapkan dengan kualitas kerja. Menurut Tjokrowinoto, dkk (2001: 27) kualitas kerja meliputi aspek a) Sensitif dan responsif terhadap peluang dan tantangan baru yang timbul di dalam pasar. b) Tidak terpaku pada kegiatan-kegiatan rutin yang terkait dengan fungsi instrumental birokrasi, akan tetapi harus mampu melakukan terobosan (break through) melalui pemikiran yang kreatif dan inovatif. c) Mempunyai wawasan futuristik dan sistematik. d) Mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi, memperhitungkan dan meminimalkan risiko. e) Jeli terhadap potensi sumber-sumber dan peluang baru. f) Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan sumber menjadi resource mix yang mempunyai produktivitas tinggi. dan g) Mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan sumber yang tersedia, dengan menggeser sumber kegiatan yang berproduktivitas rendah menuju kegiatan yang berproduktivitas tinggi.
Aspek kualitas dalam pengembangan sumberdaya manusia adalah hasil yang diharapkan untuk dapat memperoleh sumberdaya manusia yang siap digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Menurut Irianto (2002: 92) ada dua elemen mendasar yang berkaitan dengan pengembangan sumberdaya manusia yaitu pendidikan dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan atau pekerja, karena kedua elemen ini berhubungan dengan perencanaan karier pekerja dan pada akhirnya bermuara pada kinerja organisasi yang berlangsung secara berkelanjutan.
Berbicara mengenai kedua aspek diatas, Notoatmodjo (1998: 25) mengemukakan pendidikan merupakan faktor untuk menentukan penempatan formasi atau jabatan dalam suatu organisasi, sementara keterampilan (ability) berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan secara efisien, tepat dan efektif. Terkait dengan hal tersebut, maka peran sumberdaya manusia dalam pelaksanaan tugas/pekerjaan membutuhkan perhatian yang serius dan pada gilirannya akan mewujudkan kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Pengembangan sumberdaya manusia yang diimplementasikan melalui pendidikan dan pelatihan membuat setiap organisasi kerja merancang dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan organisasi kerjanya. Edwin B.Flippo menyatakan bahwa pelatihan adalah proses yang membantu pegawai dalam pekerjaan sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan, fikiran dan tindakan, kecakapan, pengetahuan dan sikap.
SAR Kendari merupakan salah satu organisasi kerja yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan operasional penyelelamatan. Unit kerja ini didukung oleh 85 orang pegawai dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaan tugas pekerjaan. Untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan SAR Kendari melaksanakan pengembangan sumberdaya manusia melakukan pelatihan dan pembinaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Pembinaan SAR mencakup pendidikan dan latihan (Diklat) tingkat dasar, tingkat lanjutan dan tingkat spesialis.
Pelatihan adalah kegiatan yang dilakukan untuk melatih pegawai SAR terhadap pekerjaan yang akan dikerjakan dengan baik. Pelatihan dilaksanakan melalui a) latihan tinkat dasar yaitu kegiatan latihan yang diberikan kepada aparat SAR sebagai tahap pengenalan dalam pelaksanaan tugas dan penggunaan peralatan pada SAR. b) Latihan tingkat lanjutan yakni kegiatan latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan aparat SAR. c) Latihan tingkat spesialisasi yakni pelatihan tingkat spesialis pada bidang tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan SAR. sementara efektivitas adalah tingkat pencapaian hasil pengembangan sumberdaya manusia pada SAR Kendari
Setiap aparat SAR Kendari diharapkan dapat mengikuti ketiga tingkatan Diklat tersebut, namun pada kenyataannya Diklat yang diikut sebagian besar adalah tingkat dasar dan lanjutan, sedangkan untuk tingkat spesialis hanya diberikan kepada aparat SAR yang dianggap memadai. Hal inilah yang menjadi salah satu ketidakefektifan pengembangan sumberdaya manusia pada SAR Kendari. Penetapan aparat untuk mengikuti pendididkan dan pelatihan tidak lepas dari kebijakan pimpinan dan tidak semua aparat mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan dan latihan. Disisi lain terdapat sumberdaya aparat yang memiliki kualitas dalam bekerja tetapi tidak mendapat kesempatan untuk berkembang, salah satu sisinya adalah adanya aparat yang selalu berharap pada rekan sekerja dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga kegiatan kerja menjadi tidak produktif.
Sehubungan dengan pengembangan sumberdaya manusia pada Kantor SAR Kendari yang telah ditetapkan dalam tiga tingkatan, maka untuk mencapai efektivitas pengembangan sumberdaya manusia, dibutuhkan adanya pembina atau instruktur yang berpengalaman, bukan seperti yang saat ini digunakan pada SAR Kendari dimana aparat yang masih mudah ditetapkan sebagai instruktur hanya karena unsur kepentingan pimpinan yang menyebabkan kegiatan pengembangan sumberdaya manusia berlalu tanpa menghasilkan output yang berkualitas, bahkan setelah berakhir masa pelatihan, sikap dan perilaku aparat kembali seperti sebelum dilakukan pengembangan.
Fenomena ini terjadi bukan karena unsur kesengajaan aparat tetapi disebabkan oleh kebiasaan, fikiran dan tindakan, kecakapan, pengetahuan dan sikap yang tidak dapat dikembangkan dalam proses pendidikan dan pelatihan. Aspek-aspek inilah yang harus dikembangkan dan dikemaskan dalam program pengemabngan sumberdaya manusia pada Kantor SAR Kndari, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pada masa mendatang.
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis Efektivitas Pengembangan Sumberdaya Manusia Pada Kantor SAR Kendari”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan tersebut, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Apakah pengembangan sumberdaya manusia pada Kantor SAR Kendari Telah Efektif ?”
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pengembangan sumberdaya manusia pada Kantor SAR Kendari.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Sebagai bahan masukan bagi SAR Kendari dalam meningkatkan efektivitas pengembangan sumberdaya manusianya pada masa mendatang.
2. Sebagai bahan pembanding bagi peneliti lain dibidang pengembangan sumberdaya manusia
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka ruang lingkup pada pembahasan ini dibatasi pada Analisis Efektivitas Pengembangan Sumberdaya Manusia pada Kantor SAR Kendari.
Konsep pengembangan sumberdaya manusia adalah upaya peningkatan keterampilan, peningkatan pengetahuan, dan hubungan kemanusiaan. Pengembangan sumberdaya manusia diukur dengan indikator sebagai berikut :
a. Peningkatan Keterampilan (skill) adalah peningkatan keterampilan kerja untuk kepentingan pekerjaanya.
b. Peningkatan Pengetahuan (knowledge) adalah peningkatan pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaannya.
c. Peningkatan hubungan kemanusiaan (Human Relation) adalah peningkatan kualitas sesama karyawan dan atasan.